Lain dulu lain sekarang. Mungkin ungkapan ini cocok dengan keadaan
kaum muslimin pada hari ini. Mereka telah terhempas jauh dari tuntunan
Allah -Ta’ala-, dan Rasul-Nya -Shallallahu alaihi wa sallam- . Besarnya
gelombang syahwat dan syubhat membuat mereka terpisah jauh dari panutan
mereka yaitu para sahabat nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para
shalafush shaleh. Mereka beraqidah, bukan dengan aqidah Nabi
-Shollallahu ‘alaihi wasallam- dan para sahabatnya. Mereka beribadah,
bukan dengan ibadah yang dicontohkan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi
wasallam- dan para sahabatnya. Mereka bermu’amalah, bukan dengan
mu’amalah Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , dan para sahabat.
Akhirnya, Allah Ta’ala membiarkan mereka memilih jalannya sendiri dan
memalingkan mereka dari kebenaran, kemana mereka mau berpaling sebagai
hukuman kepada mereka atas kedurhakaannya kepada Rasulullah -Shollallahu
‘alaihi wasallam-, dan akibat mereka tidak mau mengikuti jalannya para
sahabat.
Allah -Ta’ala- berfirman,
“Barang siapa yang durhaka kepada Rasul setelah jelas kebenaran
baginya dan mengikuti selain jalan orang-orang beriman (para sahabat)
Kami biarkan dia dalam kesesatannya dan kelak kami akan masukkan mereka
ke dalam neraka Jahannam, dan Jahannam itu adalah sejelek-jelek tempat
kembali.” (QS. An-Nisaa’ :115)
Jika kita mau memperhatikan kondisi kaum muslimin pada hari ini dan
membandingkannya dengan para sahabat dan pengikut mereka yang setia,
maka kita akan mendapatkan perbedaan yang sangat jauh. Pada hari ini,
kaum muslimin berlomba-lomba dan haus kekuasaan